Nabi Muhammad SAW sebagai Pemimpin Bisnis dan Entrepreneurship

Salah satu aspek kehidupan Nabi Muhammad yang kurang mendapat perhatian serius adalah kepemimpinan beliau di bidang bisnis dan entrepreneurship. Padahal sebagian besar kehidupannya sebelum menjadi utusan Allah SWT adalah menjadi seorang PENGUSAHA.

Nabi Muhammad telah memulai merintis karir dagangnya ketika berumur 12 tahun dan memulai usahanya sendiri ketika berumur 17 tahun. Pekerjaan ini terus dilakukan sampai menjelang beliau menerima wahyu (beliau berusia sekitar 37 tahun). Dengan demikian beliau telah berprofesi sebagai entrepreneur selama 25 tahun ketika beliau menerima wahyu.

Berikut ini adalah urutan masa Nabi Muhammad dalam berbisnis :

1. MASA KECIL MEMBENTUK JIWA WIRAUSAHA
Beliau terlahir sebagai anak yatim. Ayahnya, Abdullah meninggal ketika Muhammad masih dalam kandungan ibunya. Muhammad kecil menjadi yatim piatu pada usia 6 tahun. Kemudian beliau diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib, setelah wafat, dilanjutkan pamannya Abu Thalib. Muhammad kecil harus membantu ekonomi keluarga dengan bekerja “serabutan” kepada penduduk Makkah. Pengalaman masa kecil itulah yang menjadi modal psikologis beliau di kemudian hari.

Pekerjaan menggembala ternak merupakan pekerjaan yg umum dilakukan oleh para Nabi dan Rasul, seperti Nabi Musa, Daud, dan Isa. Menurut catatan sejarah, di masa kecil Nabi Muhammad pernah menggembala ternak penduduk Makkah.

Fungsi Leadership penggembala :
a. Pathfinding (mencari) padang gembalaan yg subur
b. Directing (mengarahkan) menggiring ternak ke padang gembalaan
c. Controlling (mengawasi) agar tidak tersesat atau terpisah dari kelompok
d. Protecting (melindungi) dari hewan pemangsa dan pencuri
e. Reflecting (perenungan) Alam, manusia, dan Ciptaan Allah
(Muhammad SAW, Super Leader Super Manager, DR Muhammad Syafi’i Antonio M.Ec)

2. PERJALANAN DAGANG NABI MUHAMMAD
Karir bisnis Nabi Muhammad dimulai ketika beliau masih berusia 12 tahun. Beliau ikut pamannya berdagang “ekspor-impor” ke Syam. Sejak itulah Nabi Muhammad melakukan semacam kerja magang (intership) yang berguna kelak ketika beliau mengelola bisnisnya sendiri.

Menjelang usia dewasa, beliau memutuskan perdagangan sebagai karirnya. Beliau menyadari bahwa pamannya bukanlah orang yang kaya namun memiliki beban keluarga yg cukup besar. Oleh karena itu, Muhammad muda berpikiran untuk ikut meringankan beban pamannya dengan berdagang.

Agaknya, profesi menjadi pedagang ini telah dimulai lebih awal daripada yang telah dikenal umum dengan modal dari Khadijah. Ketika merintis karirnya tersebut beliau memulai dengan berdagang kecil-kecilan di kota Makkah. Beliau membeli barang-barang dari satu pasar kemudian menjualnya kepada orang lain.

Dalam melaksanakan bisnisnya tersebut beliau memperkaya diri dengan kejujuran, keteguhan memegang janji, dan sifat-sifat mulia lainnya sehingga penduduk Makkah mengenal Muhammad sebagai seorang yang terpercaya (Al Amin).

Para pemilik modal (investor) di Makkah waktu itu semakin banyak yang membuka peluang kemitraan dengan Muhammad. Salah seorang pemilik modal itu adalah Khadijah yg menawarkan kemitraan berdasarkan mudharabah (bagi hasil). Dalam hal ini Khadijah bertindak sebagai pemodal (shahibul mal), sementara Muhammad sebagai pengelola (mudharib).

Lebih kurang selama 28 tahun Nabi Muhammad menjalankan usaha dagang ke Yaman, Syria, Busra, Iraq, Yordania, dan kota-kota di perdagangan di jazirah Arab lainnya. Dengan demikian, di usia muda, Nabi Muhammad sudah menjadi pedagang internasional, karena wilayah perdagangannya meliputi hampir seluruh jazirah Arab.

3. BISNIS SETELAH MENIKAH
Setelah menikah, Nabi Muhammad semakin memperlebar sayap “kerajaan” bisnisnya. Namun sekarang beliau bertindak sebagai manajer sekaligus mitra dalam usaha istrinya. Untuk menjalankan bisnisnya, Nabi Muhammad melakukan perjalanan ke berbagai pusat perdagangan di seluruh penjuru negerinya dan negeri tetangga.

Perjalanan karir Nabi Muhammad sebagai seorang businessman dapat dirumuskan sebagai berikut.

Muhammad telah mengenal perdagangan di usia 12 tahun atau diistilahkan dengan magang (INTERSHIP).
Hal ini terus dilakukan sampai usia 17 tahun ketika beliau telah mulai membuka usaha sendiri. Dengan demikian pada usia ini beliau sudah menjadi “BUSINESS MANAGER”.
Dalam perkembangan selanjutnya, ketika pemilik modal Makkah mempercayakan pengelolaan perdagangan mereka kepada Muhammad muda, beliau menjadi “INVESTMENT MANAGER”.
Ketika beliau menikah dengan Khadijah dan terus mengelola perdangannya maka status beliau naik menjadi “BUSINESS OWNER”.
Ketika usia beliau menginjak 30, beliau sudah menjadi “INVESTOR” sehingga beliau sudah mencapai tingkatan FINANCIAL FREEDOM (Kebebasan Uang dan Waktu)…

Begitulah kondisi Nabi yg kita cintai dan menjadi panutan kita dari segi bisnis dan entrepreneur sebelum beliau diangkat menjadi Rasul oleh ALLOH SWT pada usia 40 tahun. Maukah kita meniru langkah bisnisnya yg sungguh brilian?

 

8 tips u/ menjadi Employee of the Year

1. Jangan Pernah Berjalan Tanpa Membawa Dokumen
Dengan membawa dokumen anda akan terlihat “sibuk” atau sedang menuju ke meeting penting, Orang yang berjalan tanpa membawa apa2 terihat seperti menuju ke kantin, orang yang membawa koran terlihat seperti hendak ke toilet. Pastikan anda membawa banyak dokumen ketika pulang ke rumah shg anda akan terlihat sebagai karyawan yang “rajin”

2. Gunakan Komputer Agar Terlihat “Sibuk”
Setiap kali anda terlihat sedang mengetik di komputer maka bagi pengamat biasa anda terlihat sedang sibuk bekerja. Mengirim, menerima E-mail dan chatting sangat dianjurkan krn memperlihatkan bahwa anda sedang sungguh2 bekerja. ( ini pengalaman pribadi)
3. Jangan Membereskan Meja
Meja yang berantakan menimbulkan kesan pekerjaan yang banyak, Tumpukan dokumen2 atau map2 di atas meja anda, sebisa mungkin tempatkan dokumen yg akan diminta oleh rekan kerja di tempat yg paling bawah sehingga menimbulkan kesan bahwa anda sedang mengerjakan banyak pekerjaan lain. (ini juga pengalaman pribadi)

4. Jangan menjawab telepon
Orang yang menelpon anda biasanya hanya akan memberi “TAMBAHAN KERJAAN”, dengan tidak mengangkat telepon maka anda akan terkesan sibuk dengan pekerjaan lain. Kalau ada yang meninggalkan pesan untuk segera dihubungi, hubungi mereka pada saat jam makan siang, atau ketika mereka sudah pulang. Anda akan terlihat “sibuk” dan terlihat sangat rajin bekerja.

5. Selalu Terlihat Tidak Sabar dan Terganggu
Tunjukan sikap tidak sabar dan terggangu ketika dipanggil menghadap bos anda, pikirkan alasan2 pekerjaan untuk menunjukan bahwa anda selalu sibuk.

6. Pulang Kantor Malam Hari
Selalu tinggalkan kantor pada waktu larut malam KHUSUSnya ketika bos anda sedang di kantor, anda bia membaca email, chatting, baca buku atau majalah, dan pastikan anda menyapanya ketika pulang sehingga bos anda melihat “kerajinan” anda.

7. Tumpukan buku2
Kalau tips no.3 dirasa kurang tambahkan tumpukan buku di lantai sekitar meja anda, susun buku itu setinggi mungkin, saran saya adalah Kamus Indonesia – Inggris atau Kamus lain… yang penting tebal

8. Gunakanlah kata2 yg Sulit
Sering2lah membaca majalah luar negeri, kumpulkan istilah2 asing yang keren, gunakannlah ketika berbicara dengan atasan anda, buat mereka kagum dengan kata2 yang anda gunakan. Mereka tdak perlu mengerti Istilah itu, tapi anda akan membuat mereka kagum.

Konsep Marketing yang FAIR menurut beliau
1 ) LOVE YOUR CUSTOMER, RESPECT YOUR COMPETITOR.

Cintailah customer kita. Masak kita mau menjual barang yang jelek. Seperti Nabi Muhammad yang digelari Al Amin yang artinya Mr Trusty, Mr Honest.

Nabi itu, ketika ada pedagang yang menyembunyikan kayu basah di bawah, mengatakan kayu basah harus disimpan di atas. Ini menunjukkan bahwa spiritual marketing itu sudah dimulai sejak zaman Nabi.

Lantas bagaimana kalau produk kualitas rendah, dibungkus dengan kemasan unik dan menarik untuk menyembunyikan kekurangannya…?

Kalau kita tidak love our customer mereka akan memusuhi kita. Respect our competitor, lihat Nabi! Terhadap musuh-musuhnya, even orang yahudi yang meninggal ia tetap menghormati karena Yahudi tetap manusia kendati ia musuh kita. Jadi bersaing ya bersaing tapi jangan sampai menjatuhkan. Karena competitor itu kan sama-sama membangun industri.

2 ) BE SENSITIVE TO CHANGE, BE READY TO TRANSFORM

Kita harus selalu sensitif terhadap bisikan dari atas. Seperti Nabi Nuh dulu dibisikin Tuhan supaya membuat persiapan menjelang banjir. Lalu Nabi melakukan persiapan.

3 ) GUARD YOUR NAME BE CLEAR WHO YOU ARE

Kita harus memiliki nama. Seperti yang dikatakan Aa Gym, dagang itu nama. Kalau kita sudah bisa dagang tanpa nyogok orang tidak akan meminta sogokan juga. Seperti kita (MarkPlus & Co) tidak pernah nyogok untuk mendapatkan proyek. Akhirnya orang akan menerima kita.. Ya wis, Mark Plus nggak perlu apa-apa.

4 ) CUSTOMERS ARE DIVERS GO FIRST TO WHO REALLY NEED YOU

Customers itu macam-macam. Kita harus pergi ke orang yang benar-benar membutuhkan kita. Kalau tidak butuh jangan dijualin. Jangan membujuk orang. Marketing kan sering dituduh membuat orang konsumtif. Tidak perlu barang itu dibujuk-bujuk. Itu jelas tidak baik.

5 ) ALWAYS OFFER A GOOD PRODUCT AT A FAIR PRICE

Jadi produk yang bagus harus diberi harga seimbang. Kalau jelek jangan bujukin orang.

6 ) BE ALWAYS AVAILABLE AND SPREAD THE GOOD NEWS ( jgn bikin org jadi  sama produk yg kita jual

Kita harus selalu ada kalau orang membutuhkan kita. Pemberitaan itu harus kabar gembira terus jangan ngancam-ngancam. Orang dagang itu sebenarnya jangan ngancam pakai katabelece segala.

7 ) GET YOUR CUSTOMERS AND KEEP GROW THE BUSINESS WITH THEM

8 ) WHAT EVER YOUR BUSINESS IS A SERVICE BUSINESS

Pelayanan itu ibadah

9 ) ALWAYS REFINE YOUR PROCESS IN TERM OF QUALITY, COST AND DELIVERY

Selalu usahakan meningkatkan kualitas, menurunkan cost supaya customers juga ikut menikmati dan delivery makin lama harus on time

10 ) GATHER RELEVAN INFORMATION BUT MAKE DECISIONS BASES ON YOUR WISDOM

Kumpulkan informasi sebanyak mungkin tapi keputusan terakhir berdasarkan hati nurani.

Tentang ginanjar05

lalla
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s